Google Website Translator Gadget

Minggu, 12 Juni 2011

Peyebab Infeksi Saluran Kemih oleh bakteri

Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah istilah umum yang dipakai untuk menyatakan adanya invasi mikroorganisme pada saluran kemih. Prevalensi ISK di masyarakat makin meningkat seiring dengan meningkatnya usia. Pada usia 40-60 tahun mempunyai angka prevalensi 3,2 %, sedangkan pada usia sama atau di atas 65 tahun kira-kira mempunyai angka prevalensi ISK sebesar 20 %. Infeksi saluran kemih dapat mengenai baik laki-laki maupun wanita dari semua umur, baik anak-anak, remaja, dewasa maupun lanjut usia. Akan tetapi dari kedua jenis kelamin, ternyata wanita lebih sering dari pria dengan angka populasi umum, kurang lebih 5-15%.

            Untuk menyatakan adanya ISK harus ditemukan bakteri dalam urin. Bakteriuria yang disertai dengan gejala pada saluran kemih disebut bakteriuria simptomatis. Sedangkan yang tanpa gejala disebut bakteriuria asimptomatis. Dikatakan bakteriuria positif pada pasien asimptomatis bila terdapat lebih dari 105 koloni bakteri dalam sampel urin midstream, sedangkan pada pasien simptomatis bisa terdapat jumlah koloni lebih rendah.
Di sini saya akan menjelaskan bagaimana prosedur pemeriksaannya….
Pemeriksaan Angka Kuman, dengan menggunakan metode pour plate
Ada 3 cara yaitu : dengan pipet ukur, dry glassky dan mata ohse diameter 9 mm
Tujuan dari pemeriksaan angka kuman adalah :
-        Untuk mengetahui jumlah bakteri per ml sampel
-        Untuk mengetahui kemungkinan adanya ISK (infeksi saluran kemih)

Alat dan bahan yang digunakan :
-        Media NA plat
-        Pipet ukur 1 ml steril
-        Sampel urin
-        Dry glassky
-        Pipet ukur 0,1 ml steril
-        Pembakar spirtus
-        Ohse bulat diameter 9 mm
-        Wadah penampung urin (steril)
-        Alcohol 70%
Cara Kerja :
A.    Cara Pipet
-        Masukkan sampel urin ke dalam gelas penampung urin (steril)
-        Pipet 1 ml urin dengan menggunakan pipet ukur 1 ml secara aseptis
-        Masukkan 1 ml urin tersebut ke dalam media NA plat secara aseptis, ratakan sampel urin dengan cara memiringkannya
-        Miringkan media NA plate selama 10 menit
-        Hisap sisa sampel urin dengan menggunakan pipet ukur, hingga yang tersisa pada media NA plate kira-kira 0,1 ml
-        Inkubasi media NA plate pada suhu 37o C selama 24 jam.

B.    Cara dry glaassky
-        Masukkan sampel urin ke dalam gelas penampung urin (steril)
-        Pipet 0,1 ml urin dengan menggunakan pipet ukur 0,1 ml secara aseptis
-        Sterilkan dry glassky dengan menggunakan alcohol 70 %
-        Masukkan sampel urin ke dalam media NA plate secara aseptis
-        Ratakan dengan menggunakan dry glassky steril secara aseptis
-        Inkubasi media NA plate pada suhu 37o C selama 24 jam

C.    Cara mata ohse diameter 9 mm
-        Masukkan sampel urin ke dalam gelas penampung urin steril
-        Sterilkan ohse
-        Ambil 1 ohse sampel urin, ratakan pada permukaan media NA plate secara aseptis
-        Inkubasi media NA plate pada suhu 37oC selama 24 jam
Perhitungan :
A.    Cara pipet
-        Hitung koloni yang tumbuh pada permukaan media
-        Perhitungan : jumlah koloni x 10 = …. Sel/ml sampel

B.    Cara dry glassky
-        Hitung koloni yang tumbuh pada permukaan media
-        Perhitungan : jumlah koloni x 100 =… sel /ml sampel

C.    Cara mata ohse diameter 9 mm
-        Hitung koloni yang tumbuh pada permukaan media
-        Perhitungan : jumlah koloni x 200 = …. Sel/ml sampel
Hasil dan Kesimpulan : dirahasiakan

Setelah mengetahui prosedurnya, maka kita sudah siap untuk melakukan pengujian….
Berikut adalah pembahasan dari uji angka kuman :
Sebagian besar ISK merupakan infeksi yang bersifat asenden/menjalar ke atas. Wanita terutama sangat rentan terhadap ISK, oleh karena saluran kencingnya lebih pendek daripada pria. Pada wanita, biasanya kuman-kuman penyebab ISK yang berasal dari anus berpindah ke kemaluan dan membentuk koloni. Yang kemudian masuk ke dalam kandung kemih melalui saluran kencing yang pendek dengan spontan maupun mekanik pada saat hubungan seksual. Pada pria, pasien penderita Pembesaran Prostat Jinak (PPJ) umumnya lebih beresiko terkena ISK karena adanya hambatan dalam pengeluaran air seni. Pada pasangan homoseksual juga beresiko terkena ISK yang dihubungkan dengan frekuensi anal seks (hubungan seksual melalui anus). Pada bayi baru lahir dan juga pada laki-laki usia muda terdapat bukti bahwa sirkumsisi (sunat) memperkecil angka kejadian ISK secara bermakna.
Penyebab terbanyak adalah Gram-negatif termasuk bakteri yang biasanya menghuni usus yang kemudian naik ke sistem saluran kemih. Dari Gram-negatif ternyata E.Coli menduduki tempat teratas, yang kemudian diikuti oleh Proteus, Klebsiela, Enterobacter, dan Pseudomonas.

Jenis kokus Gram-positif lebih jarang sebagai penyebab ISK sedangkan entercoccus dan Staphylococcus aureus sering ditemukan pada pasien dengan batu saluran kemih, lelaki usia lanjut dengan hipertrofi prostat atau pada pasien yang menggunakan kateter. Bila ditemukan Staphylococcus aureus dalam urin harus dicurigai adanya infeksi hematogen melalui ginjal. Demikian juga Pseudomonas aeroginosa dapat menginfeksi saluran kemih melalui jalur hematogen dan pada kira-kira 25% pasien demam tifoid dapat diisolasi Salmonella pada urin. Bakteri lain yang dapat menyebabkan ISK melalui jalur hematogen ialah Brusella, Nokardia, Actinomyces dan Mycobacterium tuberculosae
Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan darah dan pemeriksaan urin. Pada pemeriksaan darah dicari apakah ada tanda-tanda infeksi. Pemeriksaan urin merupakan standar baku emas atas diagnosis ISK. Urin yang diperiksa ditanam di atas media biakan untuk kuman dan dilihat apakah ada kuman yang tumbuh.

Harus diperhatikan apabila kuman yang tumbuh terlalu bervariasi, dipikirkan kemungkinan adanya kontaminasi sewaktu pengambilan contoh urin. Di saat sekarang terkadang diperlukan pemeriksaan fungsi ginjal, pemeriksaan radiologi/x-ray dan pemeriksaan ultrasonografi ginjal untuk lebih memastikan diagnosis dan menentukan asal dari infeksi tersebut.
Syarat koloni yang ditentukan untuk dihitung adalah sebagai berikut:
1.      Satu koloni dihitung 1 koloni
2.      Dua koloni yang bertumpuk dihitung 1 koloni
3.      Beberapa koloni yang berhubungan dihitung 1 koloni
4.      Dua koloni yang berhimpitan dan masih dapat dibedakan dihitung 2 koloni
5.      Koloni yang terlalu besar (lebih besar dari setengah luas cawan) tidak dihitung
6.      Koloni yang besarnya kurang dari setengah luas cawan dihitung 1 koloni.

Semoga informasi ini bermanfaat…..
Terima kasih atas kunjunagannya…


0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright 2011 Life, Healthy n Love. Powered by Blogger
Blogger by Blogger Templates WP by Wpthemescreator